ANEWSPATRON.COM, KARIMUN Pembangunan infrastruktur menjadi poin penting untuk kemajuan suatu daerah, terlebih di pesisir pulau terluar yang membutuhkan perhatian baik dari Pemerintah Daerah kabupaten, maupun Provinsi hingga Pusat demi pemerataan pembangunan bisa terwujud dan dinikmati masyarakat.

Hal ini jadi Keluhan warga untuk akses jalan penghubung antara desa tulang ke dusun sungai sikop dan jembatan pelabuhan yang rusak kini belum bisa dinikmati Warga di luar pulau karimun, lebih tepat di Dusun II Sei Sikop, Desa Tulang Kec- Selat Gelam Kab- Karimun provinsi Kepulauan Riau. 

Saat awak media anewspatron.com konfirmasi ke aparatur pemerintah desa pada hari kamis (27/2/2025) lalui sambungan WhatsApp, Azman ( kades tulang) tuturkan.

"Iya bang ( pada media), memang tahun 2024, kami mau bangun jembatan pelabuhan dikarenakan anggaran yang terbatas dan dana desa tak mencukupi jadi kami tunda dulu untuk perbaikan jembatan", ucap kades tulang.

Insyaallah, untuk tahun 2025 kami anggarkan perbaikan jembatan pelabuhan yang Jadi aktivitas masyarakat dan tempat sandar kapal antar pulau serta aktivitas bongkar muat barang warga.


"Kami memang sudah rencana untuk tahun ini anggarkan pembangunan jembatan baru dan untuk lokasi tidak tempat lama, mungkin kita cari alternatif lain bukan ditempat lama, kondisi laut berlumpur dan lebih area hutan bakau jadi kurang untuk ketahanan, insya Allah akan bangun ditempat lain, Karena yang lama itu milik Pemda Kami tak boleh campur", jelas kades Azman.

Lebih jelas dikatakan, untuk tahun ini Kami pemdes akan membangun jembatan dulu untuk tambatan perahu warga dengan pagu Rp 50.000.000, maklum untuk dana desa terbatas dan perlu perencanaan yang signifikan tentang penggunaan anggaran.

Di lain sisi, salah satu tokoh masyarakat desa tulang dusun ll sei sungai sikop yang tak mau dipublikasikan namanya dengan tegas mengatakan.

"Kami selaku warga di sini sungai sikop sebenarnya sudah cukup lama merasa prihatin keadaan jembatan pelabuhan di dusun sungai sikop, harusnya pemerintah lebih perhatian pada kesejahteraan masyarakat pulau jangan terkesan tutup mata", tegas warga.

Kami berharap pembangunan perbaikan infrastruktur untuk mobilisasi warga ada bantuan dari pemerintah daerah, Saat ini yang kita butuhkan jembatan permanen, dan juga jalan yang layak memadai untuk sarana umum dan aktivitas anak-anak pulang pergi ke sekolah, pungkasnya. (full**)